Jumat, 18 November 2011

-hanyalah segenggam cinta

Masih menjadi pertanyaan bagiku. Apa cinta jaman sekarang adalah sebuah trend? Yang muda yang bercinta? Apakah jika kita sudah masuk pada masa abu-abu, cinta itu hanyalah sebuah formalitas? Cinta jaman sekarang, sering di kaitkan dengan kegalauan. Seringkah kau lihat, kata-kata 'galau' itu ketagihan bertengger di update-an status FB, twitter, ataupun BBM, para juru bicaranya orang jaman sekarang yang telah malas menggunakan mulutnya. Anak muda berlomba-lomba memamerkan kegalauannya secara verbal. Seperti anjing yang haus akan kasih sayang majikannya, mencari perhatian majikannya. Bagaikan babu yang minta belas kasihan, bagaikan TKI yang 'mencari' ketenaran di TV Nasional.

Apa mereka mengerti tentang arti cinta itu sebenarnya? Apa mereka bisa membedakan antara cinta dan rasa ketertarikan antar hormon? Atau......Mereka hanya mengikuti perkembangan jaman? Ikut-ikutan bercinta?Apa cinta  juga sudah menjadi ukuran kegengsian seorang manusia? 


Aku tak pernah merasakan rasa dicintai itu, dan aku pun, mungkin tidak sadar kalau rasa mencintaiku ini tersamarkan oleh naluri hormon semata. Kau mengerti cinta? Ajarkan aku, buat aku mengerti. Apa cinta hanya seperti itu? Hanya ciuman basah, tempat pertukaran kuman melalui air liur? Apakah berpacaran itu hanyalah cinta yang dilembagakan?Apakah.....Cinta itu hanya sarana rekreasi manusia, pelarian umat manusia pada keseharian 'hitam putihnya'?Cih, jika begitu....

Kau tidak pernah mencicipinya! Kau sok tahu dan kau banyak bacot!


Apa yang harus kucicipi? Apa? Air liur rasa mint? Atauu.....aku harus merasakanmu?Aku tersenyum genit menggoda.

Agama itu, kusebut cinta....


Cinta gila, cinta segalanya, cinta kamu, cinta aku. Aku cinta. Tanpa cinta. Cinta, cinta dan cinta.
Dunia bagaikan bertumpu pada cinta. Entah cinta yang berdasarkan formalitas semata, atau cinta murni sesungguhnya yang mulai punah. Ini cinta, itu cinta. Bagaikan sebuah aliran agama baru. Sekte baru. Pemujaan baru. Cinta sebagai tuhan ; Seks dan semi-seks sebagai ibadah ; Puisi cinta sebagai kitab ; Nafsu sebagai nabi. Tanpa sadar, Cinta telah menjadi agama, kau memuja cinta. Cinta yang sebenarnya kau pun masih mempertanyakannya. Kau telah menjadi umatnya. Cinta berhasil menarik sejumlah umat tanpa harus bersusah payah. Cinta, luar biasa hebat. Mulutku menganga lebar, air liur menetes. Mata menjuling sendiri. Cinta membuatmu tertawa, menangis bagai orang gila. Kuberikan tepuk tangan yang meriah, terima kasih atas hiburannya.

Kuhallalkan segala macam cinta! Walau aku bukan tuhan! Silahkan bercinta sampai mati!
Aku wanita, aku mencinta venus itu, aku pria aku mencintai sosok pemilik penis. Aku wanita, aku pria. Aku wanita dan kau pria. Aku pria dan kau wanita. Aku....Ah..Sudahlah


Gay, Lesbian, Transgender, S&M, Aku hallalkan semuanya. Aku masih bertanya-tanya. Apa cinta mengikuti takdir dan kodrat, atau takdir dan kodrat mengikuti cinta? Aku wanita. Aku pria. Aku wanita dan aku HARUS mencintai pria. Aku pria dan aku HARUS mencintai wanita.  Persetan.
Dunia menuntut kesempurnaan semata. Kesempurnaan yang pada kenyataannya tidak sempurna. Kita dilatih, ditatar, dituntut, diimplan oleh sebuah mesin bernama tradisi, adat dan norma. Mesin penggerak yang mengontrol manusia yang berperan sebagai robot babu. Mesin yang melatih kita untuk menjadi orang munafik, mesin yang memunafikkan dunia. Manusia tenggelam dalam tempurung yang rapuh namun tak bercelah. Manusia terlalu takut memecahkannya, membuat segala yang bertentangan dengan sang 'mesin' disebut sebagai Aib. Nista. Kotor. Hina. Cinta munafik. Hidup kemunafikkan!

Kita mencinta, kita tak sama, kita bercinta, hanya kita berbeda...

"Cintailah sesamamu, sesama manusia harus saling mencintai"
Bukannya semua agama mengajarkan itu. Kalimat yang hanya sekedar pepatah, supaya manusia terus percaya 'cinta itu tetap ada'.
Aku bukanlah Atheist!Aku berani bersumpah untuk itu. Aku percaya dia ada. Jangan pernah bertanya padaku, apa agamaku! Haha, pernahkah kau berpikir, semua tuhan  dari semua agama duduk dalam sebuah ruang diskusi, saling tertawa dan merangkul? Aku hanya menyampaikan, bahwa semua agama sama, mengajarkan kebaikan. Namun, ya...Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk agama. Adakah agama yang tidak sombong dan memperbolehkan umatnya untuk mencintai umat agama lain? Apa ini hanya aku yang salah persepsi, bahwa sebenarnya umatnyalah yang telah membuat aturan sendiri tentang aturan bercinta? Saling berlomba tentang agama mana paling benar, hingga berani-beraninya mengutak-atik cinta. Serasa orang paling taat beragama, namun ternyata itu semua hanyalah sebuah topeng. Hanya orang yang ikut-ikutan. Gak penting. keangkuhan, kesombongan merusak cinta.

Aku Orgasme, kau pun harus! Aku puas, dan kaupun harus! Aku haus dan kau pun....
APA?


Cinta itu seperti wabah penyakit. Haha, wabah penyakit yang curang. Penyakit lain dibenci. Cinta tidak.
Seks, apakah itu bagian dari cinta? Itu lucu, aku tertawa sampai ingin muntah. Kau merasakan perasaan puas hanya karena sentuhan dan sodokan daging berselimut kulit ke dalam sebuah gua berbulu? Kau puas hanya karena ia membuka kakinya lebar-lebar untukmu? Cinta...Apakah hanya seperti itu kekuatanmu?Perasaan memiliki, menandai seseorang dengan setetes cairan kenikmatan sebagai milikmu? Kau lucu, sayang...Lucu

Kau belum pernah merasakannya, kau bodoh tak tau mana yang nikmat mana yang tidak, Feelnya beda laaah, kau....Ah..


Tidak, tidak, tidak...Aku tau cinta lebih dari sekedar cerita antara daging berkulit yang bertemu dengan gua berbulu itu. Feelnya berbeda? Jelas berbedaaa! Kau tanya pada jalang-jalang di luar sana. Apa bedanya seks ke-8 dengan seks pertama? Apa mereka juga mengukur seberapa lebar kebolongan yang mereka ciptakan? Apa ada perlombaan tentang seberapa dalam sebuah daging berkulit itu bisa bertualang di dalam gua? Lalu lupakah kau tentang perlombaan jaman dulu "cinta yang mana yang paling besar" ?
Apa dengan keperawanan ini kau tidak puas? apa kau tidak puas dengan kebersamaan kita selama ini? kita berdua duduk bersebelahan, menonton acara TV yang sebenarnya membosankan, kita yang memasak bersama , tidak menyadari masakan kita yang sudah gosong, kita yang bergenggaman tangan, berjalan di kala senja, dengan anak yang pulang sekolah serta orang-orang pulang ngantor sebagai figurannya? Tidak puaskah kau, saat ku katakan, "I love you, I'll take care of you, I love you, ONLY YOU"


Kau diam, Kau tersudut, Kau lupa, kau sudah gila, Cintamu palsu, Aku mencintaimu berlebihan, Cintamu kurang banyak, aku protes....Kau diam, berbalik badan dan aku kembali mengoleksi TANDA TANYA.


Ini HANYAlah sebuah tanda tanya. Ini HANYAlah aku yang berlebihan.
Ini HANYAlah aku yang kembali mempermasalahkan.
Ini HANYAlah aku dan sejuta Keraguanku. Absurd. Ambigu.
Cinta selalu begitu. Absurd dan Ambigu.
Ini HANYAlah segenggam cinta. Yaaa, hanya segenggam.

Oleh F.A
non-edit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar